BELANDA : NEGARA KECIL TAPI EKSPOR TERBESAR HASIL TANI

Belanda merupakan negara kecil yang pernah menjajah Indonesia,ternyata memiliki keterampilan agraria yang lebih hebat dibanding dengan Indonesia. Lahannya terbatas dan sumber daya pertanian lainnya, tapi masuk dalam jajaran negara pengekspor barang-barang pertanian, terutama komoditas pangan terbesar di dunia.  Pertanian modern Belanda-lah yang membuat kemampuan mereka menjadi raksasa kedua dalam pengekspor hasil tani. Dan ini bukan hanya di Eropa, melainkan seluruh dunia. Mengalahkan ratusan negara lain yang lahannya lebih luas dan tanahnya lebih subur. Padahal Indonesia memiliki lahan lebi luas, kesuburan tanah, curah hujan, penyinaran matahari yang cocok untuk pertanian. Lantas, apa kunci dari keunggulan sektor pertanian dan pangan Belanda ya ?

Keberhasilan pertanian Belanda salah satunya ditopang oleh teknologi. Belanda mampu mengembangkan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakteristik wilayahnya. Pertanian Belanda bertumpu pada teknologi greenhouse dan pertanian presisi, dimana dengan itu mampu menanam dengan input yang efisien menghasilkan ouput yang lebih produktif

  • Kerjasama Pemerintan dan akademisi

Bersama Universitas Wageningen, pemerintah Belanda bersinergi untuk mempelajari pertanian dengan ilmu sains. Riset dan penelitian. Pada prosesnya lahan milik petani akan di cek dan diteliti dulu lebih dulu oleh pemerintah Belanda bersama ilmuwan dari Universitas Wageningen. Kemudian, pihak ilmuwan akan mengeluarkan rekomendasi tanaman yang paling ideal ditanam di lahan tersebut. Hal itu tentunya dapat membuat kegiatan pertanian lebih ekonomis dan tepat sasaran. Selain itu meneliti juga air yang dibutuhakn untuk suatu jenis tanaman. Kemudain akan memberikan formulasi khusus kepada petani agar produktif, hemat dan menekan angka gagal panen, contohnya tomat. Menanam satu kilo tomat di lahan terbuka membutuhkan 60 liter air. Sementara dengan bantuan pertanian modern Belanda, hanya 15 liter air yang dibutuhkan.

  • Pemanfaatan Teknologi

Drone digunakan untuk mengawasi lahan pertanian di belanda, teknologi lainnya yaitu greenhouse , pemanfaatan lampu LED dan penghangat ruangan. Pertanian modern di Belanda mengusung konsep pertanian di dalam ruangan. Dengan bantuan cahaya LED yang dimodifikasi agar serupa dengan cahaya matahari, serta penghangat ruangan yang intensitasnya sesuai dengan suhu sinar ultraviolet, maka produktivitas pertanian dapat berjalan sepanjang waktu. Sekalipun pada saat musim dingin.

Greenbot. Traktor robot yang bukanlah merupakan benda asing lagi bagi petani Belanda. Robot akan mengikuti jalurnya pada rute yang telah diprogram. Robot jenius ini juga akan berhenti secara otomatis jika dihalangi oleh hambatan, dan petani pengelolanya akan diinformasikan melalui pesan teks.

Tak hanya pembajakan lahan, robot-robot lain pun turut berkontribusi dalam pengelolaan sistem pengairan, hingga proses pemetikan saat musim panen telah tiba

  • Konsep pertanian vertikal

Dimana tanaman dibuat dengan konsep hidroponik dan disusun secara vertikal. Susunan ini tentunya akan menghemat ruang penanaman, dan sudah pasti dapat meningkatkan hasil dari kegiatan pertanian itu sendiri.

Salah satu latar belakang Belanda menjadi yang unggul dibidang pangan adalah pengalaman pahit setelah perang dunia ke-2. Belanda pernah mengalami bencana kelaparan dikenal dengan “Dutch hunger winter“, yang memakan lebih dari 20 ribu jiwa, pada masa akhir pendudukkan Jerman.

Setelah itu, Belanda mengembangkan teknologi greenhouse sebagai aplikasi pengembangan pertanian untuk pemenuhan kebutuhan pangan. Sekarang, Westland salah satu daerah di Belanda yang menjadi basis pertanian dengan 80% menggunakan metode greenhouse dengan teknologi tinggi.Dengan pengembangan model itu, Belanda mampu mengekspor sayuran, bawang, kentang, tomat, paprika, cabai, dan produk unggulan lainnya dengan nilai mencapai 6 miliar (Euro) per tahun.

Walau lahan terbatas, dapat dikatakan Belanda telah menjadi negeri agrarisnya Eropa. Inspirasi yang dapat diambil adalah Arah pertanian  yang jelas didukung pemerintah ,riset dan keilmuan sains, juga sebagai negara yang mandiri pangan sekaligus ekpor terbesar hasil tani dan pengembangan teknologi yang sesuai dengan ruang, keadaan alam untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang ada. Indonesia juga bisa, asal ada kemauan, negara yang sebenarnya agraris ini memang kebanyakan masih tradisional, dengan penggunaan teknologi mudah-mudahan bisa akselerasi pertanian Indonesia

Sumber :

https://www.istanafm.com/2020/11/24/pertanian-modern-belanda/

https://genagraris.id/post/sekilas-pertanian-belanda-penopang-pangan-eropa-dan-pengekspor-pangan-dunia

https://internasional.kompas.com/read/2018/03/01/12001161/kisah-sukses-belanda-jadi-eksportir-makanan-terbesar-kedua-di-dunia?page=all

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *