INSPIRASI 3 TEKNOLOGI BANTU PETERNAKAN INDONESIA

Teknologi kini telah merambah ke semua bidang, terutama adanya revolusi Industri 4.0. mengubah semua sektor industri termasuk bidang peternakan. Internet of things-IoT, big data, machine learning, artificial intelligence-AI, robot, dan sharing economy adalah wajah baru industri saat ini. Teknologi peternakan sendiri kemudian diadaptasi guna dapat menyesuaikan industri peternakan yang telah ada sejak jaman dahulu, agar dapat bersaing dengan industri lain dan mengikuti perkembangan zaman.

Dengan adanya teknologi dapat membantu peternak memaksimalkan hasil ternak yang dimilikinya sehingga mendapatkan pendapatan yang lebih baik dan menaikan taraf hidup mereka dan hasil ternaknya dapat bersaing secara lokal ataupun internasional. Ada beberapa teknologi peternakan yang diterapkan di Indonesia , diantaranya 3 contoh teknologi dalam bidang peternakan, ketiganya mempunya fungsi masing-masing, secara umum untuk memudahkan peternakan

  • Ternaknesia

Ternaknesia adalah platform digital untuk peternak dan investor peternakan yang menghubungkan akses permodalan, pemasaran, serta manajemen peternak. Sederhananya, seorang yang memiliki modal atau uang segar dapat menanamkan modal pada peternak untuk kemudian diolah oleh peternak. Investasi yang diberikan adalah jangka pendek, antara 6 bulan hingga 1 tahun tergantung dengan kesepakatan. Keuntungan juga beragam, mulai dari 12% hingga 20%. Seiring berjalannya waktu, ternaknesia merambah pemasaran. Tujuannya,  supaya para peternak dan investor bisa melakukan penjualan dengan cepat sesuai permintaan dalam aplikasi. Di samping itu, pengguna Ternaknesia juga bisa menggakses sistem laporan online yang dapat berfungsi sebagai laporan pertanggungjawaban pendanaan.

Transaksi jual beli dilakukan secara onine, dimana peternak sebagai penjual akan dapat bertemu dengan konsumen pada aplikasi yang disediakan. Konsumen dapat meminta spesifikasi tertentu pada hewan yang diinginkan, untuk kemudian ditindaklanjuti oleh peternak, sehingga peternak atau konsumen tak perlu menghabiskan banyak waktu.

  • Smarternak

DycodeX, menciptakan sebuah perangkat bernama SMARTernak untuk membantu peternak mengurus hewan ternaknya. Dengan memanfaatkan teknologi IoT di bidang peternakan, tentunya akan sangat memudahkan masyarakat untuk memonitoring hewan ternaknya, dengan memanfaatkan alat yang dikenakan pada hewan ternak, dalam hal ini sapi. Alat dari SmarTernak ini kemudian dapat memberikan informasi lengkap mengenai posisi, berat badan, suhu tubuh, serta pengukuran lainnya yang memungkinkan peternak melacak dan mendapatkan informasi lengkap mengenai keadaan sapi yang dimilikinya.

Sumber : datasains.co.id

Peralatan ini dapat memberikan informasi manakala sapi yang dimiliki mengalami sakit, jatuh atau bahkan mati. Tentu hal ini dapat sangat memudahkan peternak dalam memonitor sapi yang dimilikinya sehingga tidak perlu membuang banyak waktu untuk memeriksa dan memonitor keadaan sapi satu per satu. Perangkat SMARTernak itu sendiri memiliki bentuk seperti kalung berukuran 79x79x11mm yang bisa dipasang di leher hewan ternak

SMARTernak memiliki beberapa fitur, diantaranya adalah:

  • Prediksi Aktivitas Hewan Ternak dan Rekomendasi Tindakan yang dibantu oleh AI SMARTernak
  • Konektivitas IoT dengan Cakupan Area Luas
  • Lacak lokasi, pergerakan, dan perilaku ternak
  • Monitoring Masalah Kesehatan pada Hewan Ternak
  • Monitoring Kondisi Lingkungan
  • Periksa Perkiraan Berat Badan Hewan Ternak
  • Karapan

Karapan memberdayakan & menghubungkan peternak sapi lokal dengan membantu mereka membangun peternakan mandiri. Selain itu, Karapan fokus menyediakan program kemitraan bagi petani dan memastikan mereka mendapatkan keuntungan dengan mengadakan lokakarya, pendampingan petani, dan menjual produknya dengan bantuan teknologi.

Cara keja Karapan tidaklah rumit; ketika ada permintaan daging sapi dari pasar, Karapan akan menghubungkannya ke koperasi peternakan untuk memilih sapi yang layak potong. Selanjutnya, sapi tersebut dibawa ke Rumah Potong Hewan modern melewati proses pemotongan selama kurang lebih 24 jam, lalu daging divakum agar udara tidak masuk untuk mencegah kontaminasi microba, kemudian daging akan dikirim ke retail dan perusahaan kuliner yang sudah memesan.

Perkembangan teknologi akan memaksa para peternak rakyat di perdesaan untuk beradaptasi. Namun, pemerintah harus terus mendukung masyarakat supaya memiliki daya saing dengan penyediaan infrastruktur dan kebutuhan untuk menuju digitalisasi.Adanya pemanfaatan teknologi di bidang peternakan,terbukti memudahkan peternak, hasil peternakan maksimal, dan pemasaran hasil ternaknya semakin mudah, sekarang beli hasil ternak tidak perlu langsung turun ke lapangan. Hal ini membuat peternak menjadi lebih professional dan konsumen tebantu, karena semua melalui aplikasi atau teknologi

Sumber :

https://www.baktikominfo.id/id/informasi/pengetahuan/3_teknologi_peternakan_yang_bermanfaat_untuk_masyarakat-1051

https://katadata.co.id/ekarina/berita/5e9a55bbb0904/geliat-teknologi-digital-di-bisnis-peternakan

https://datasains.co.id/2021/02/11/smarternak-pantau-perkembangan-hewan-ternak-melalui-perangkat-iot/

https://www.mediastartup.id/2020/02/27/karapan-startup-peternakan-membina-peternak-sapi-lokal-sejajar-peternak-internasional/

https://fapet.ugm.ac.id/id/platform-dengan-teknologi-terkini-di-bidang-peternakan/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *