TEKNOLOGI RAS UNTUK BUDIDAYA IKAN

Sumber : https://agrozine.id/mengenal-teknologi-recirculating-aquaculture-system-ras/

Sebagai negara kepulauan terbesar dengan luas wilayah laut yang dapat dikelola sebesar 5,8 juta km2, sektor maritim (kelautan) menjadi sangat strategis bagi Indonesia. Meskipun demikian, selama ini sektor tersebut masih kurang mendapat perhatian serius bila dibandingkan dengan sektor daratan. Padahal jika potensi pembangunan (ekonomi) kelautan Indonesia dikelola dengan inovatif dan baik, maka  dapat menjadi  salah  satu  sumber  modal utama pembangunan, dan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi negara dan masyarakat Indonesia. 

Seiring dengan perkembangan teknologi yang terus mengikuti, inovasi yang dikembangkan untuk mengangkat sektor perikanan budidaya juga semakin moderen. Salah satu yang termutakhir adalah inovasi dengan sistem teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS)

Teknologi recirculation aquaculture system (RAS) menjadi pilihan untuk meningkatkan produksi perikanan budi daya di Indonesia. Teknologi RAS telah diadopsi oleh negara lain dimana perikanan budi daya sebagai produksi utama sektor kelautan dan perikanannya.

Pada dasarnya teknologi RAS adalah teknologi penerapan sistem budidaya ikan secara intensif dengan menggunakan infrastruktur yang memungkinkan pemanfaatan air secara terus menerus (resirkulasi air). Pemanfaatan ini meliputi fisika filter, biologi filter, ultra violet (UV), generator oksigen yang berfungsi untuk mengontrol dan menstabilkan kondisi lingkungan ikan

Keunggulan sistem RAS

  •  Produktivitas  hingga 100 kali lipat

Sistem ini mampu menghasilkan produktivitas yang jauh lebih tinggi. Sebagai gambaran, RAS mampu menggenjot pada tebar nila hingga mencapai 5.000 ekor/m3, sedangkan padat tebar pada sistem konvensional hanya mencapai 50 ekor/m3. Artinya, dengan penerapan sIstem RAS ini produktivitas bisa digenjot hingga 100 kali lipat dibanding dengan sistem konvensional

  • Hemat Air

Prinsip dasar RAS yaitu  memanfaatkan air media pemeliharaan secara berulang-ulang dengan mengendalikan beberapa indikator kualitas air agar tetap pada kondisi prima. Dalam media budidaya , pakan yang tidak termakan dan sisa feses akan terakumulasi di perairan dalam bentuk amonia. Jumlah akumulasi amonia yang besar di dalamnya dan harus segera dihilangkan dengan cara rutin melakukan pergantian air. Hal ini tentunya merupakan salah satu bentuk pemborosan sumber daya air. Oleh karena itulah penerapan teknologi RAS ini memang sangat besar bagi pelaku budidaya salah satunya dengan menghemat penggunaan air bersih yang tentunya akan mengurangi cost produksi dan dalam skala besar dapat mengurangi efek pemanasan global

  • Lahan Kecil

Secara garis besar penerapan teknologi RAS tidak perlu wadah yang besar, karena teknologi RAS cukup dilakukan pada bak-bak kecil berkapasitas 10 ton air.

Salah satu keberhasilan implementasi teknologi RAS, dilakukan tim Balai Perikanan Budi daya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Sulawesi Utara,sistem RAS yang dikembangkan di BPBAT Tatelu dirancang mampu memproduksi minimal 1 juta ekor benih ikan nila ukuran 2-3 cm dengan masa pemeliharaan maksimal 1 bulan per siklus. Saat ini unit RAS yang ada sebanyak 20 bak fiber bentuk bulat dengan diameter masing-masing bak 100 cm.

Jika secara ekonomi, dengan biaya instalasi system RAS senilai lebih kurang 80 juta rupiah dengan biaya penyusutan mencapai 13,3 juta pertahun dan biaya operasional berkisar 1,5 juta per bulan, maka setidaknya akan diraup pendapatan kotor hingga 100 juta per tahun atau lebih dari 8 juta rupiah per bulan

Disamping itu, penggunaan teknologi RAS akan memberikan jalan keluar atas tantangan perikanan budidaya ke depan yang diprediksi akan semakin kompleks. Teknologi ini dinilai akan mampu mengatasi fenomena alam yang tak menentu seperti perubahan iklim dan kualitas lingkungan.

Teknologi RAS adalah salah satu solusi yang dapat digunakan oleh para pembudidaya ikan untuk meningkatkan produksi, menekan biaya dan tentusaja melipatgandakan keuntungan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *